PART 1: (INDO) from the inside out

AYAT PANDUAN

Jadi aku berkata: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan Roh, dan keinginan Roh berlawanan dengan daging—keduanya saling bertentangan, sehingga kamu tidak melakukan apa yang kamu inginkan. Tetapi jika kamu dipimpin oleh Roh, kamu tidak berada di bawah hukum Taurat.

Perbuatan daging sudah jelas: percabulan, kenajisan, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, kebencian, perselisihan, iri hati, kemarahan, ambisi egois, perpecahan, kelompok-kelompok, dengki, mabuk-mabukan, pesta pora, dan hal-hal yang serupa. Aku memperingatkan kamu, seperti yang sudah pernah aku katakan sebelumnya: mereka yang melakukan hal-hal seperti ini tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Tetapi buah Roh adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kemurahan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Mereka yang menjadi milik Kristus Yesus telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita hidup oleh Roh, baiklah kita juga mengikuti pimpinan Roh.

Galatia 5:16–25

*

KONTEKS

Penjelasan Paulus tentang daging dan Roh bukan hanya soal moral, tetapi juga tentang apa yang terjadi di dalam hati kita. Di dalam diri kita ada banyak “bagian”—keinginan, ketakutan, dorongan, dan cara kita melindungi diri—yang saling berebut untuk berpengaruh dalam hidup kita. Pertanyaannya bukanlah apakah semua ini ada, tapi siapakah yang memimpin semua itu?.

*

PERENUNGAN

Banyak orang ingin berubah, tetapi tanpa penyerahan. Mereka ingin buah tanpa akar, ketenangan tanpa salib, kemenangan tanpa belajar menyerah hari lepas hari. Paulus menawarkan sesuatu yang lebih dalam: hidup yang dipimpin oleh Roh dari dalam.

Ketika Paulus menyebutkan perbuatan daging, ia bukan hanya menyebut perbuatan , tetapi menunjukkan hati yang tidak tertata. Sering kali, itu terjadi ketika bagian tertentu dalam diri kita mengambil alih kendali.

Ada bagian marah yang meledak untuk merasa berkuasa.

Ada bagian takut yang membanding bandingkan diri dengan yang lain atau iri hati.

Ada bagian yang lari dari kenyataam dan mencoba dengan berbagai kesenangan.

Bagian-bagian ini sebenarnya berusaha melindungi kita dari luka atau rasa malu. Tetapi jika mereka memimpin, mereka menjauhkan kita dari hidup dalam Roh.

Masalahnya bukan karena bagian-bagian ini ada. Masalahnya adalah Jika mereka duduk di “tahta”.

Injil tidak menghapus bagian-bagian ini, tetapi menata ulang. Ketika dikatakan “menyalibkan daging”, artinya pusat hidup yang lama—diri yang terpisah dari Allah—tidak lagi memerintah. Sekarang Kristus yang memerintah melalui Roh-Nya.

Di sinilah buah Roh menjadi penting, dan bukan sekadar usaha mengubah perilaku, tetapi tanda bahwa Roh lah yang memimpin.

Ketika Roh memimpin:

Bagian yang tadinya pemarah kini belajar menjadi lembut.

Bagian yang tadinya suka cemas kini mengalami damai.

Bagian yang tadinya mengontrol kini belajar percaya pada pimpinan Tuhan.

Buah itu bertumbuh bukan dengan menekan diri, tetapi dengan membawa setiap bagian di bawah kasih dan pimpinan Kristus.

Karena itu, kesadaran di hadapan Tuhan sangat penting. Dalam doa dan w, kita mulai mengenali apa yang terjadi di dalam hati tanpa dikuasai olehnya.

Kita bisa berkata:

“Ada bagian dalam diriku yang sedang cemas.”

“Ada bagian dalam diriku yang merasa ditolak.”

“Ada bagian dalam diriku yang ingin mengontrol.”

Lalu kita membawa bagian itu kepada Yesus:

“Tuhan Yesus, bagian ini menakutkan. Maukah Engkau memimpinnya?”

Seiring waktu, kita belajar bahwa Roh Kudus tidak mempermalukan kita—Dia menuntun kita. Dia membawa setiap bagian menuju kebenaran, keamanan, dan penyerahan. Yang dulu hidup dalam ketakutan, sekarang mulai tenang dalam kasih karunia.

Hidup yang dipimpin Roh bukan berarti kita menjadi kurang manusiawi, tetapi menjadi utuh—semua bagian hidup kita selaras di bawah Kristus.

*

PENDALAMAN

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku.” Yohanes 10:27

Domba tidak mematikan nalurinya, tetapi belajar percaya kepada suara Tuhan lebih dari suara lain. Demikian juga, kedewasaan rohani adalah belajar membiarkan suara Yesus memimpin setiap bagian dalam diri kita.

*

PAHAMI HARI INI

Kedewasaan rohani bukan berarti tidak ada konflik dalam diri, tetapi Kristus memimpin di tengah konflik itu.

*

PERTANYAAN PADA DIRI SENDIRI

Bagian mana dalam diriku yang ingin mengambil kendali hari ini, dan bagaimana aku bisa menyerahkannya kepada pimpinan Yesus?

*

JALANKAN

Ambil waktu beberapa menit untuk berdiam diri. Perhatikan satu reaksi kuat dalam dirimu. Sebutkan bagian itu (cemas, marah, takut, ingin mengontrol). Jangan dilawan, tetapi akui dan bawa kepada Yesus dalam doa.

Tanyakan:

“Roh Kudus, bagaimana Engkau ingin memimpin bagian ini hari ini?”

Lalu ambil satu langkah ketaatan sesuai pimpinan-Nya.

*

DOA

Bapa, terima kasih karena Engkau melihat setiap bagian dalam diriku dan tidak menjauh. Ajarku berjalan oleh Roh-Mu, bukan hanya dalam tindakan, tetapi juga dalam batinku. Saat ketakutan menguasai, berikanku damai-Mu. Saat amarah memimpin, bentuk kelemahlembutan-Mu. Saat aku ingin mengontrol, ajar aku percaya. Tuhan Yesus, bertahtalah dalam hidupku sepenuhnya, Pimpin setiap bagian diriku dalam kasih karunia-Mu.

Amin.

*

Next
Next

PART 2: (INDO) NO EMPTY HOUSE